TOLERANSI DALAM ISLAM MENURUT QURAN
TOLERANSI DALAM ISLAM MENURUT QURAN, 10 LANGKAH TOLERANSI
DAN LARANGANNYA
Toleransi Dalam Islam Menurut Quran
Islam adalah agama yang mudah dan penuh toleransi. Allah
mengutus Muhammad SAW dengan membawa agama yang lurus dan yang mudah.
Hukum-hukum Islam dibangun di atas kemudahan dan tidak menyulitkan, norma-norma
agama ini seluruhnya dicintai (oleh Allah) namun yang mudah dari itu semualah
yang paling dicintai oleh Allah. Maka dari itu sangat perlu usaha manusia untuk
mewujudkan hubungan yang harmonis antar umat manusia. Salah satu caranya yaitu
mengembangkan sikap Toleransi, Etika pergaulan.
Toleransi adalah keimanan yang paling utama. Toleransi
adalah amalan yang paling ringan dan paling utama. Termasuk toleransi dalam
Islam adalah bahwa Islam merupakan agama Allah untuk seluruh umat manusia.
Islam datang sebagai agama penyempurna. Islam hadir sebagai
agama yang memberikan solusi bagi semua permasalahan. Rasulullah saw pun telah
menyampaikan seluruh Risalah dari Allah swt. Risalah yang begitu lengkap dengan
aturan, perintah dan larangan. Bahkan, dalam urusan-urusan kecil dan sepele
sekalipun. Kini muncul pertanyaan, mengapa Islam harus datang dengan segudang
aturan? Apa yang menyebabkan aturan-aturan itu begitu detail diberikan untuk
manusia? Islam mengatur hidup manusia
bahkan dalam urusan terkecil pun karena dunia ini penuh dengan perbedaan. Jika
semua yang ada itu sama, mungkin tidak dibutuhkan aturan yang begitu banyak dan
mendetail. Islam memberikan aturan bagaimana bersikap kepada sesama muslim,
bagaimana bersikap kepada orang selain islam, bagaimana berhubungan dengan
selain manusia. Semua itu diatur karena mereka berbeda.
Perbedaan yang ada di dunia ini bisa dibagi menjadi dua
bagian:
-Perbedaan yang alami dan ciptaan. Dalam hal ini ia tak bisa
memilih. Seperti tak bisa memilih bentuk wajah dan tubuh. Ia juga tak bisa
memilih dari suku mana dia terlahir. Bahkan saudara satu ibu pun bisa
berbeda-beda dalam bentuk, sifat dan kepribadiannya. Semua itu ciptaan tanpa
ada pilihan
-Perbedaan yang kedua adalah perbedaan karena pilihan. Saya
berbeda dengan anda karena pilihan ideologi saya. Dia berbeda karena pilihan
agamanya. Dan banyak lagi pilihan-pilihan hidup yang membuat orang saling
berbeda. Intinya, perbedaan adalah hal yang lumrah dan lazim
Firman Allah tentang Toleransi
Surat Al-Baqarah 256 yang artinya: “Tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam Sesungguhnya telah jelas
jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar
kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang
kepada tali yang amat Kuat (Islam) yang tidak akan putus. dan Allah Maha
mendengar lagi Maha Mengetahui.” Ayat ini berkenaan dengan Hushain dari
golongan Anshar, suku Bani Salim bin ‘Auf yang mempunyai dua orang anak yang
beragama Nasrani, sedang ia sendiri seorang Muslim. Ia bertanya kepada Nabi
Saw: “Bolehkah saya paksa kedua anak itu, karena mereka tidak taat kepadaku,
dan tetap ingin beragama Nasrani?.” Allah menjelaskan jawabannya dengan ayat
tersebut bahwa tidak ada paksaan dalam Islam.
MAKNA TOLERANSI. Tidak dibenarkan adanya paksaan. Kewajiban
kita hanyalah menyampaikan agama Allah kepada manusia dengan cara yang baik dan
penuh kebijaksanaan serta dengan nasihat-nasihat yang wajar sehingga mereka
masuk agama Islam dengan kesadaran dan kemauan mereka sendiri. Apabila kita
sudah menyampaikan kepada mereka dengan cara yang demikian tetapi mereka tidak
juga mau beriman itu bukanlah urusan kita melainkan urusan Allah swt.. Telah
jelas perbedaan antara kebenaran dan kebatilan. Maka barangsiapa yang mengikuti
kebenaran, atasnya kebaikan. Namun jika mengikuti hawa nafsunya, maka atasnya
penyesalan di kemudian hari.
قُلْ يَاأَيُّهَا الْكَافِرُوْن # لاَ اَعْبُدُ
مَا تَعْبُدُوْنَ # وَلاَ أَنْتُمْ عَابِدُوْنَ مَا اَعْبُدُ # وَلاَ أَنَا عَابِدُ
مَا عَبَدْتُمْ # وَلاَ أَنْتُمْ عَابِدُوْنَ مَا اَعْبُدُ # لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ
دِيْنِ.
Artinya: Katakanlah: Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa
yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak
pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula)
menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah,
agamaku. (Q.S. al-Kafirun: 1-6).
Ayat ini turun saat orang-orang kafir Quraisy mencari-cari
cara untuk menghentikan dakwah Rasulullah saw.. Setelah mereka gagal membujuk
Rasulullah saw. dengan tahta, wanita, dan harta, maka mereka pun sekarang
hendak membujuknya dengan berkompromi (bertoleransi) untuk saling menyembah
Tuhan satu dengan Tuhan yang lain. Artinya, kaum kafir Quraisy hendak meminta
Rasulullah untuk menyembah Tuhan mereka pada tahun tertentu dan mereka akan
menyembah Allah pada tahun lainnya (bergantian). Maka ayat ini menjawab ajakan
itu dengan menolaknya dengan tegas, bahwa toleransi yang seperti ini tidaklah
tepat.
MAKNA TOLERANSI. Islam tegas untuk hanya menyembah dan patuh
pada perintah Allah, tidak akan menyekutukannya dengan lainNya. Islam tidak
memaksa kaum lain untuk menyembah Allah karena kewajiban umat Islam hanya
menyampaikan dakwah, tidak untuk memaksa masuk Islam.
وَ مِنۡهُمۡ مَّنۡ يُّؤۡمِنُ بِهٖ وَمِنۡهُمۡ مَّنۡ
لَّا يُؤۡمِنُ بِهٖؕ وَرَبُّكَ اَعۡلَمُ بِالۡمُفۡسِدِيۡنَ. وَاِنۡ كَذَّبُوۡكَ فَقُلْ
لِّىۡ عَمَلِىۡ وَلَـكُمۡ عَمَلُكُمۡۚ اَنۡـتُمۡ بَرِيۡٓــُٔوۡنَ مِمَّاۤ اَعۡمَلُ
وَاَنَا بَرِىۡٓءٌ مِّمَّا تَعۡمَلُوۡنَ.
Artinya: Dan di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepada Al
Qur’an, dan di antaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya.
Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan. Jika
mereka mendustakan kamu, Maka Katakanlah: “Bagiku pekerjaanku dan bagimu
pekerjaanmu. Kamu berlepas diri terhadap apa yang Aku kerjakan dan akupun
berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Yunus: 40-41)
MAKNA TOLERANSI. Ketika Nabi Muhammad SAW diutus dengan
membawa Al-Qur’an, orang-orang Quraisy ada yang beriman dan ada juga yang
tidak. Allah SWT mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi, yaitu
mereka yang musyrik dan berbuat zalim serta aniaya. Bentuk toleransi yang ada
pada ayat ini adalah jika mendapati orang-orang yang mendustakan agama Islam,
maka umat Islam tidak perlu marah, namun katakan kepadanya “Atamu amalmu dan
atasku amalku karena setiap amal akan dipertanggungjawabkan.”
Surat Yunus : 99
.وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لآمَنَ مَنْ فِي الأرْضِ
كُلُّهُمْ جَمِيعًا أَفَأَنْتَ تُكْرِهُ النَّاسَ حَتَّى يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ
Artinya : Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di
muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka
menjadi orang-orang yang beriman semuanya. (QS. Yunus (10) : 99).
Makna Toleransi Ayat ini menerangkan bahwa jika Allah
berkehendak agar seluruh manusia beriman kepada-Nya, maka hal ini akan
terlaksana, karena untuk yang melakukan yang demikian adalah mudah bagi-Nya.
Sesungguhnya, andaikan Tuhanmu menghendaki untuk tidak menciptakan manusia
dalam keadaan siap menurut fitrahnya untuk melakukan kebaikan dan keburukan,
dan untuk beriman atau kafir dan dengan pilihannya sendiri dia lebih suka
kepada salah satu diantara perkara-perkara yang mungkin dilakukan, dengan
meninggalkan kebalikannya melalui kehendak dan kemauannya sendiri, tentu semua
itu Allah lakukan. Namun, kebijaksanaan Allah tetap untuk menciptakan manusia
sedemikian rupa, sehingga manusia mempertimbangkan sendiri dengan pilihannya,
apakah akan beriman atau kafir, sehingga ada sebagian manusia yang beriman dan
adapula yang kafir. Bentuk toleransi yang ada pada ayat ini adalah jika
mendapati orang-orang yang mendustakan agama Islam, maka umat Islam tidak perlu
marah, namun katakan kepadanya “Atamu amalmu dan atasku amalku karena setiap
amal akan dipertanggungjawabkan.”
وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ ۖ فَمَنْ شَاءَ فَلْيُؤْمِنْ
وَمَنْ شَاءَ فَلْيَكْفُرْ ۚ إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ
سُرَادِقُهَا ۚ وَإِنْ يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ
ۚ بِئْسَ الشَّرَابُ وَسَاءَتْ مُرْتَفَقًا.
Artinya : Dan katakanlah: “Kebenaran
itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia
beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”. Sesungguhnya
Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolaknya
mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi
minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah
minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.” (Q.S.
al-Kahfi: 29)
Makna Tolwransi : Ketika Nabi Muhammad SAW diutus dengan
membawa Al-Qur’an, orang-orang Quraisy ada yang beriman dan ada juga yang
tidak. Hidayah ada di Allah, maka tugas umat Islam hanya menyampaikan dakwah.
Jika dakwah diterima ataupun ditolak, maka hal yang musti dilakukan adalah
menyerahkan segala urusan kepadaNya. Bentuk toleransi dalam ayat ini adalah
tidak memaksakan hidayah atas seseorang, namun hanya menyampaikan bahwa atas
orang-orang yang zalim (yaitu mengingkari dakwah), maka Allah mengancam atasnya
neraka.
10 TOLERANSI DALAM
AGAMA ISLAM
-Jangan hina agama apapun baik Tuhannya maupun ajarannya.
-Jangan lecehkan pemuka agama manapun.
-Jangan ganggu ibadah umat agama apapun.
-Jangan rusak tempat ibadah agama manapun.
-Jangan paksa atau ancam atau teror atau jebak umat agama
lain untuk masuk Islam tapi cukup mengajaknya kepada Islam melalui dakwah yang
berakhlaqul karimah.
-Bantu umat agama manapun yang terkena bencana.
-Tolong umat agama manapun yang terzalimi.
-Berniagalah dengan umat agama apapun dengan cara yang halal.
-Bekerjasamalah dengan umat agama manapun untuk kebaikan dan
kemajuan.
-Berikanlah semua hak umat agama apapun tanpa dikurangi.
5 BATASAN TOLERANSI ISLAM MENURUT QURAN
-Jangan campur adukkan aqidah mau pun syariat dengan agama
lain.
-Jangan membenarkan agama lain.
-Jangan mengikuti perayaan besar agama lain, apalagi
ibadahnya.
-Jangan lakukan kawin beda agama.
-Jangan jadikan umat agama lain sebagai pemimpin di wilayah
muslim.
Komentar
Posting Komentar